Iklan

 

CASTING PEMAIN UNTUK ''STRAWBERRY FIELDS FOREVER''

 CASTING PEMAIN UNTUK ''STRAWBERRY FIELDS FOREVER''

CASTING PEMAIN UNTUK ''STRAWBERRY FIELDS FOREVER''

 

BENY

Beny, 20 tahun. Seorang anak pengusaha perkebunan strawberry yang cukup sukses. Walau dia anak seorang pengusaha, tapi dia berteman baik dengan Tisna, seorang pemuda yang juga bekerja di perkebunan itu. Walau status ekonomi Beny dan Tisna berbeda, tapi Beny menganggap Tisna adalah kawan sejatinya. Beny menaksir seorang gadis cantik bernama Mekar. Namun, gadis cantik itu sebenarnya mencintai Tisna, demikian juga dengan Tisna yang tanpa sepengetahuan Beny menjalin hubungan asmara dengan Mekar. Beny mengalami kecelakaan dan menyebabkan kakinya mengalami kelumpuhan sementara. Alangkah bahagianya Beny, ketika Mekar ternyata datang untuk merawat Beny. Beny mengira Mekar mencintainya, dan itu membuatnya cepat pulih. Namun akhirnya dia tahu, kalau Mekar cuma bersandiwara, sebab pemuda yang dia cintai adalah Tisna. Beny marah dan merasa dikhianati Tisna !

KARAKTER       : Tampan, kaya, tidak sombong, ceria, humoris, sifatnya terbuka, bicaranya apa adanya, mau bekerja keras, tapi sedikit emosional dan egois.

BENY              :

(BERJALAN DENGAN KRUK, TERTATIH-TATIH. LALU DIA DUDUK DI SEBUAH KURSI, MENAHAN SAKIT DI KEDUA KAKINYA) Aku benar-benar manusia yang tak berguna. Aku orang cacat, kakiku hampir lumpuh..... (MENGHELA NAFAS PANJANG) Tisna..... dia memang sahabatku. Sejak kecil aku bersahabat dengannya. Walau dia bekerja di perkebunan strawberry milik ayahku, tapi aku tak pernah menganggapnya seorang rendahan... dia adalah teman sejatiku. Tapi.... apa yang dia lakukan padaku sekarang ??? Mengapa justru orang yang begitu aku sayangi... justru yang menghancurkan seluruh harapanku ??! (MENGUSAP WAJAHNYA, ADA GURATAN KEMARAHAN DI WAJAHNYA) Mekar.... mengapa gadis cantik yang begitu aku cintai, justru diam-diam menjalin hubungan cinta dengan Tisna ? Mengapa mereka berdua bersandiwara di hadapanku... mengapa ???? (MELEMPARKAN KRUK KE LANTAI, EMOSI) Aku memang orang tak berguna........ aku hanyalah barang mainan....... Apa salahku sehingga kalian berdua mempermainkanku seperti ini ? Apa kalian puas sekarang ???? Tertawalah........ aku cuma seorang badut.... !! (TERTUNDUK, NAFASNYA TERSENGAL-SENGAL, MENGUSAP WAJAHNYA KEMBALI, MENENANGKAN DIRI, MENGHADAP KE DEPAN, WAJAHNYA SEDIKIT LEBIH TENANG) Heeeh.... memang menyakitkan.... tapi... harus kusadari... kalau cinta itu tak bisa dipaksakan. Tisna... kau tetap sahabat sejatiku...... aku rela melupakan  Mekar... sebab... cinta kalian tak mungkin aku gugat lagi...... aku merestui hubungan kalian....... (Cut.)

 

 

TISNA

Tisna, 20 tahun. Anak mang Ujo yang sudah puluhan tahun bekerja di perkebunan strawberry milik pak Febri, ayah Beny. Tisna bersahabat karib dengan Beny sejak kecil. Tak ada orang yang paling dia sayangi, selain Beny. Apapun akan dia lakukan untuk menyenangkan hati Beny. Namun, cinta tak mungkin bisa dibagi. Tisna tak bisa membohongi dirinya, ketika dia sangat mencintai Mekar, padahal Tisna tahu, Benypun mencintai gadis yang sama. Ketika Beny mengalami kecelakaan, Tisna bertekad untuk membahagiakan Beny dengan cara membujuk Mekar untuk berpaling darinya dan menjalin hubungan cinta dengan Beny. Mekar mencoba untuk mencintai Beny, walau itu sangat menyakitkan hati Tisna. Namun... Tisna merasa bahwa dia harus berkorban untuk sahabat sejatinya itu.

Karakter          : Setia, rendah hati, pekerja keras, tulus, sifatnya tertutup, tidak egois.

TISNA             :

(BERJALAN LESU, DUDUK DI KURSI, NAMUN SEGERA BERDIRI LAGI. ADA KEGELISAHAN DI HATINYA) Apa yang harus aku katakan kepada Mekar nanti ? Heeeh....... mengapa harus begini jadinya ? (MENGHADAP KE KURSI, MEMBAYANGKAN DI KURSI ITU MEKAR SEDANG DUDUK) (MENDEHEM) Hm...... Mekar...... aku.... aku tidak apa-apa..... aku cuma lecet-lecet... kau tak usah kawatir..... tapi.... tapi Beny.... dia....dia mengalami kelumpuhan karena kecelakaan itu..... kasihan Beny..... dia sangat membutuhkan moril dari orang-orang di sekitarnya..... semangat hidupnya harus dibangkitkan kembali...... dan... dan yang paling dia butuhkan..... adalah dukungan dari kamu, Mekar..... (MENGHADAP KE DEPAN) Sebenarnya...... sebelum kecelakaan ini terjadi..... Beny pernah bilang padaku..... kalo dia itu... sangat mencintai kamu, Mekar..... (MENGHADAP KE KURSI LAGI, BERLUTUT) Oh, Mekar..... kita memang saling mencintai.... tapi.... saat yang terpenting adalah membangkitkan kembali semangat hidup Beny agar dia sembuh...... aku mohon, Mekar... demi aku........ terimalah cinta Beny...... lupakanlah aku...... jagalah Beny, rawatlah dia dengan sepenuh hatimu..... aku rela, Mekar..... asal Beny bahagia.... aku rela melakukan apa saja.... termasuk melupakanmu....... aku mohon, Mekar..... aku mohon....... (TERTUNDUK, BERDIRI, MENGUSAP WAJAHNYA, MENGHELA NAFAS PANJANG) Mekar..... sampai kapanpun.... aku tetap akan mencintaimu...... sampai kapanpun...... (Cut.)

 

 

MEKAR

Mekar, 19 tahun. Dia seorang gadis yang cantik. Perangainya menyenangkan, selalu terlihat ceria dan ramah kepada siapa saja. Karena Beny dan Tisna sering datang ke tokonya untuk mengirimkan strawberry segar, maka lambat laun terjalinlah persahabatan diantara ketiganya. Namun..... di dalam hati Mekar, Tisna adalah pria pujaannya. Tanpa segan-segan, Mekar mengutarakan isi hatinya kepada Tisna. Mekar gembira, karena ternyata Tisnapun mencintainya. Namun, ketika Beny mengalami kecelakaan dan kelumpuhan, Tisna meminta Mekar untuk melupakannya, dan segera berpaling kepada Beny yang juga mencintai Mekar. Mekar mencoba untuk berpaling kepada Beny, tapi hatinya tak bisa dibohongi. Mekar tak pernah bisa mencintai Beny.... dan ini harus segera dituntaskan. Mekar tak ingin bersandiwara di hadapan Beny, walau dengan alasan untuk menyembuhkan Beny yang sedang menderita karena kelumpuhannya.

Karakter          : Ceria, lembut, penuh perhatian, cukup agresif, terbuka, keibuan.

MEKAR            :

(BERJALAN TERBURU-BURU, SEAKAN-AKAN MENGEJAR TISNA YANG SEDANG BERJALAN DI DEPANNYA) Kang..... Kang Tisna.... tunggu...... mengapa Akang terus menghindar ? (SEPERTI YANG SEDANG MEMANDANG TISNA) Kang... dengar....... sekali ini saja.... beri aku kesempatan untuk bicara..... Akang mau dengar, kan ? (MENGHELA NAFAS PANJANG, MENUNDUK) Kang........ sepertinya kita harus menghentikan semua sandiwara ini ! Aku gak sanggup lagi, Kang..... sampai kapan kita terus seperti ini ? Sampai kapan kita bisa tahan membohongi diri sendiri ? (SEAKAN-AKAN MEMANDANG TISNA LAGI) Kang....... aku cape, Kang.... aku cape berpura-pura bahagia bersama Beny..... Akang tahukan.... aku tidak bisa mencintai Beny...... ! Aku melakukan semua ini, bukan demi Beny, Kang..... tapi demi Akang...! Aku mau berpura-pura seperti ini, karena aku cinta sama Akang....! (MENGHADAP KE DEPAN, RAUT WAJAHNYA MENJADI SENDU, MULAI SEDIKIT TERISAK) Akang selalu bilang........ kalau Akang tidak mau menyakiti dan menghancurkan hati Beny..... tapi.. apa Akang sadar... kalo sekarang Akang sudah menyakiti dan menghancurkan perasaan hatiku ? Oh........ (MENANGIS) Hentikan semua ini, Kang........ aku cinta sama Akang....... aku tak mau berpisah.. tolong Kang....... jangan paksa aku lagi..... (MENANGIS, LALU BERLARI DENGAN KEPEDIHAN YANG MENDALAM) (Cut.)

 

 

MANG UJO

Mang Ujo, 60 tahun. Ayah Tisna. Mang Ujo sudah lama sekali bekerja di perkebunan strawberry milik pak Febry. Kesetiaannya selama ini, membuat pak Febry sangat mempercayai mang Ujo, dan sudah menganggap mang Ujo adalah keluarganya sendiri. Mang Ujo sangat menyayangi Tisna. Didikan yang diberikan menjadikan Tisna tumbuh menjadi seorang anak yang rajin bekerja, sopan santun, rendah hati dan suka menolong siapa saja.

Karakter          : Sederhana, setia kepada majikan, bertanggungjawab terhadap tugasnya, mendidik anak dengan baik, penuh perhatian, rendah hati, tak banyak bicara.

Mang Ujo        :

(SEDANG MEMPERHATIKAN POHON-POHON STRAWBERRY YANG DIRAWATNYA) Tisna...... dengar apa kata bapak..... kamu itu harus rajin bekerja... jangan malas-malasan... atau cuma membuang waktu dengan bermain-main saja. Beny memang adalah sahabatmu...... tapi.. ingat... dia itu anak pak Febry, majikan kita.... jadi.... kamu tetap harus hormat kepada Beny... jaga sikapmu... jangan kurang ajar. Jangan bikin masalah... ingat siapa dirimu...... (MASIH SIBUK MEMETIK DAUN-DAUN YANG MENGERING) Beny itu sarjana, Tis... jangan anggap remeh..... kamu malah sering mengajak dia keliling kota mengantar strawberry ke pasar-pasar yang kotor dan becek.....! Mengantar barang itu tugasmu, Tis.... bukan tugas Beny...... Mengerti ? (BERJALAN PERLAHAN) (Cut.)

 

 

PAK FEBRY

Pak Febry, 50 tahun. Ayah Tisna, seorang pengusaha yang sukses. Perkebunan Strawberry berkembang pesat, dan menjadi pemasok strawberry terbesar untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Walaupun istrinya sudah meninggal, namun pak Febry dapat membesarkan Beny dengan penuh cinta. Didikannya yang baik, menjadikan Beny seorang anak yang tidak sombong dan tak segan-segan bekerja seperti orang upahan. Cintanya kepada Beny begitu besar, sehingga pak Febry sangat terpukul, ketika Beny mengalami kecelakaan......

Karakter          : Berwibawa, bijaksana, rendah hati, religius, sangat mencintai Beny.

PAK FEBRY      :

(MEMANDANG PHOTO ISTRINYA) Istriku....... sudah hampir 8 tahun kamu pergi meninggalkanku......! Beny sudah besar sekarang. Kalau kamu masih hidup.... kamu pasti bangga melihat anak kita. Dia seorang anak yang baik, rajin bekerja, berbakti dan hormat kepada orang tua..... dia juga tampan, persis seperti bapaknya.... he...he..he.... (TERSENYUM, MEMELUK PHOTO, TERDIAM SEJENAK, MENGHELA NAFAS) Tapi..... hari ini... ada kabar buruk...... anak kita mengalami kecelakaan. Tadi aku sudah ketemu dokter yang merawat Beny..... kata dokter.... Beny akan mengalami kelumpuhan.... mudah-mudahan tidak permanen...... (RAUT WAJAHNYA BERUBAH MENJADI SEDIH) Oh...... aku harus bagaimana ? (MENUNDUK SEBENTAR, MENGUSAP MATANYA YANG BASAH, MEMANDANG SALIB DI DINDING) Tuhan...... Engkau telah memanggil istriku.... kalau sekarang Engkau memberikan aku cobaan lagi dengan kelumpuhan Beny... berikanlah aku bahu yang kuat untuk menanggung beban yang berat ini... kami serahkan seluruh hidup kami kepadaMu, karena kami yakin dan percaya.... Engkau akan memberikan kami yang terbaik menurut kehendakMu.... Amin....... (AIR MATA BERGULIR DI KEDUA PIPINYA) (Cut.)

 

 

DOKTER BAMBANG

Dokter Bambang, 50 tahun. Dokter senior, ahli tulang. Dokter Bambang adalah dokter yang merawat Beny di rumah sakit.

Karakter          : Kalem, berwibawa, mudah diajak bicara.

Dr. BAMBANG   :

Kondisi saudara Tisna tidak ada masalah. Dia hanya mengalami luka ringan dan tidak membahayakan. Dalam waktu beberapa hari ini, lukanya akan mengering dan segera sembuh. Tapi..... tidak demikian halnya dengan saudara Beny.... Dia mengalami cidera yang cukup serius pada tulang punggungnya akibat benturan dan trauma hebat yang dialaminya. Pada saat ini..... kedua kakinya mengalami kelumpuhan. Saya berharap... ini bukan kelumpuhan permanen. Saya akan berusaha sebisa saya untuk mengembalikan kondisi Beny seperti semula. Tentu saja diperlukan kesabaran dan kemauan yang keras dari saudara Beny sendiri. Tapi... harapan untuk sembuh masih ada........ (Cut.)