Perayaan Ekaristi : 14 Juli 2019

LITURGI

HARI MINGGU BIASA XV

14 Juli 2019


SERUAN TOBAT PS 349 

I. Saudara-saudari, marilah mengakui bahwa kita telah berdosa supaya layak merayakan peristiwa penyelamatan ini.


I. Tuhan Yesus Kristus, karena cinta kasih Engkau telah rela menderita  sengsara, wafat di salib, namun bangkit untuk menyelamatkan umat  manusia.

K. Tuhan, kasihanilah kami.

U. Tuhan, kasihanilah kami.

I. Karena cinta kasih, Engkau menampilkan orang Samaria dalam perumpamaan agar hati kami tergerak untuk menolong sesama.

K. Kristus, kasihanilah kami.

U. Kristus, kasihanilah kami.

I. Karena cinta kasih, Engkau mengadakan Ekaristi, agar kami mampu  memperbarui niat serta tekad kami melaksanakan perintah cinta kasih-Mu  kepada Tuhan dan sesama.

K. Tuhan, kasihanilah kami.

U. Tuhan, kasihanilah kami.

     

I. Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, - mengampuni dosa kita, - dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

               

MADAH KEMULIAAN (PS 350) 

    

K. Kemuliaan kepada Allah di surga.

U. Dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.

K. Kami memuji Dikau

U. Kami meluhurkan Dikau

K. Kami menyembah Dikau

U. Kami memuliakan Dikau

K. Kami bersyukur kepada-Mu, kar'na kemuliaan-Mu yang besar.

U. Ya Tuhan Allah, Raja surgawi, Allah Bapa yang mahakuasa

K. Ya Tuhan Yesus Kristus, Putra yang tunggal,

U. Ya Tuhan Allah, Anak domba Allah, Putra Bapa.

K. Engkau yang menghapus dosa dunia

U. Kasihanilah kami

K. Engkau yang menghapus dosa dunia

U. Kabulkanlah doa kami

K. Engkau yang duduk di sisi Bapa,

U. Kasihanilah kami.

K. Kar'na hanya Engkaulah Kudus.

U. Hanya Engkaulah Tuhan

K. Hanya Engkaulah mahatinggi, ya Yesus Kristus

U. Bersama dengan Roh Kudus dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.    

           

DOA PEMBUKA

I. Marilah kita berdoa:

(hening sejenak)

I  Ya Allah, Engkau telah menanamkan Sabda-Mu di dalam hati kami dan  melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau telah memberi kami teladan  bagaimana melaksanakan Sabda-Mu itu. Kami mohon, doronglah kami  menunjukkan belas kasih kepada sesama kami, sebagaimana Putra-Mu telah  melakukannya. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Engkau  dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

U. Amin.


     
LITURGI SABDA


BACAAN I (Ul 30:10-14)


 

"Firman itu sangat dekat padamu, hendaklah engkau melaksanakannya"

      

Pada waktu itu Musa memanggil segenap orang Israel berkumpul, lalu  berkata kepada mereka, “Hendaklah engkau mendengarkan suara Tuhan,  Allahmu, dengan berpegang pada perintah dan ketetapan-Nya, yang tertulis  dalam Kitab Taurat ini; dan hendaklah engkau berbalik kepada Tuhan,  Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. Sebab perintah  ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar  bagimu, dan tidak pula terlalu jauh; tidak di langit tempatnya, sehingga  engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya  bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita  melaksanakannya? Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau  berkata: Siapakah yang akan pergi ke seberang laut untuk mengambilnya  bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita supaya kita  melaksanakannya: Firman itu sangat dekat padamu, yakni di dalam mulutmu  dan di dalam hatimu; hendaklah engkau melaksanakannya.”

L. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.


MAZMUR TANGGAPAN 
(PS 818; Mzm 69:14.17.30-31.33-34,36ab,37; Ul: lih. 33) 


Mazmur:
 

1. Aku berdoa kepada-Mu, ya Tuhan, aku bermohon pada waktu Engkau  berkenan, ya Allah; Demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku, dengan  pertolongan-Mu yang setia! Jawablah aku, ya Tuhan, sebab baiklah kasih  setia-Mu, berpalinglah kepadaku menurut rahmat-Mu yang besar!

2. Aku ini tertindas dan kesakitan, keselamatan dari pada-Mu, ya Allah,  kiranya melindungi aku! Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian,  mengagungkan Dia dengan lagu syukur.

3. Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah;  Biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan  mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina  orang-orang-Nya yang ada dalam tahanan.

4. Sebab Allah akan menyelamatkan Sion, dan membangun kota-kota Yehuda.  Anak cucu hamba-hamba-Nya akan mewarisinya, dan orang-orang yang  mencintai nama-Nya akan diam di situ.

     


BACAAN II  (Kol 1:15-20)


"Segala sesuatu diciptakan oleh dan untuk Kristus."


         

 Saudara-saudara, Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Dia  adalah yang sulung, yang lebih utama dari segala yang diciptakan, karena  di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan  yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik  singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa; segala  sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada mendahului segala  sesuatu, dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Dialah kepada tubuh, yaitu  Jemaat. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang  mati, sehingga Ia lebih utama dalam segala sesuatu. Seluruh kepenuhan  Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Allah memperdamaikan  segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi maupun yang ada di  surga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah Salib Kristus.

       

Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

     

BAIT PENGANTAR INJIL (PS 961; Yoh 6:63c.68c) -berdiri- 

 

 

BACAAN INJIL (Luk 10:25-37) 


"Siapakah sesamaku?" 

I. Tuhan bersamamu

U. Dan bersama rohmu

I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas

U. Dimuliakanlah Tuhan.

I. Sekali peristiwa seorang ahli Taurat berdiri hendak mencobai Yesus,  katanya, “Guru, apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup yang  kekal?” Jawab Yesus kepadanya, “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat?  Apa yang kaubaca di sana?” Jawab orang itu, “Kasihilah Tuhan, Allahmu,  dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, dengan segenap  kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu; dan kasihilah sesamamu  manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya, “Jawabmu itu  benar! Perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.” Tetapi untuk  membenarkan dirinya orang itu berkata lagi kepada Yesus, “Dan siapakah  sesamaku manusia?” Jawab Yesus, “Adalah seorang yang turun dari  Yerusalem ke Yerikho. Ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan  saja merampoknya habis-habisan, tetapi juga memukulinya, dan sesudah itu  meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui  jalan itu. Ia melihat orang itu, tetapi melewatinya dari seberang  jalan. Demikian juga seorang lewi datang ke tempat itu. Ketika melihat  orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datanglah ke tempat  itu seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan. Ketika ia melihat  orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya  lalu membalut luka-lukanya, sesudah menyiraminya dengan minyak dan  anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya  sendiri, lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan  harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu katanya,  “Rawatlah dia, dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan  menggantinya waktu aku kembali. Menurut pendapatmu siapakah di antara  ketiga orang ini adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan  penyamun itu?” Jawab ahli Taurat itu, “Orang yang telah menunjukkan  belaskasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya, “Pergilah, dan perbuatlah  demikian!”


DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN
I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa. (umat berdiri) 
U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.
I.   Allah yang Mahakudus, terimalah persembahan diri kami dalam rupa  roti dan anggur ini. Semoga, kami Kausatukan dengan Putra-Mu sehingga  dalam diri kami terdapat tanda-tanda milik Putra-Mu, yaitu cinta kasih  dan damai sejahtera bagi semua orang. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara  kami.
U. Amin.


DOA SESUDAH KOMUNI
I. Allah Bapa yang Maha Penyayang, kami bersyukur karena boleh mengambil  bagian dalam mengenangkan Misteri Paskah Putra-Mu. Semoga,  kehadiran-Nya dalam diri kami semakin memberanikan diri kami untuk  berkorban demi terwujudnya cinta kasih yang nyata kepada sesama. Dengan  pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.